INALUM Mendorong Penurunan Emisi dan Inovasi Lingkungan yang Terkemuka

Komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan termasuk mengurangi dampak emisi udara konvensional dan Gas Rumah Kaca (GRK). CDM (Clean Development Mechanism / Mekanisme Pengembangan Bersih) adalah salah satu mekanisme untuk menurunkan emisi GRK yang melibatkan baik negara maju maupun berkembang dan INALUM sebagai salah satu industri di negara berkembang (Indonesia) yang secara suka rela terlibat dalam implementasinya.

Atas penerapan CDM tersebut, INALUM mendapat penghargaan internasional terkait carbon credit dari LRQA pada tahun 2012. Selain itu, berdasarkan LME Passport – Sustainability Disclosures tahun 2022, PT INALUM dikategorikan ke dalam range satu yaitu 0-4 ton CO2-e/MT produk aluminium.

TABEL EMISI GAS RUMAH KACA PT INALUM

 

Intensitas Emisi Cakupan 1 dan 2

Sumber Emisi

Unit

2024

2023

2022

2021

Cakupan-1

TCO2eq

868.039,11

869.764,34

804.429,61

680.961,83

Cakupan-2

TCO2eq

103.377,12

28.375,29

63.030,43

35.808,93

Jumlah

TCO2eq

971.416,23

898.185,63

867.460,03

716.770,76

Jumlah Produksi

Ton

278.289

211.424

226.736

245.415

Jumlah Pendapatan

Dalam Miliar Rupiah

11.362

8.312

8.484

8.223

 

Dalam Ribu USD

716.987

544.848

570.524

574.565

Kurs

Rp/USD

15.847

15.255

14.871

14.312

Intensitas Emisi GRK/Produksi

TCO2eq/Ton produk

3,49

4,25

3,83

2.92

Intensitas Emisi GRK/Pendapatan

TCO2eq/Miliar Rupiah

85,50

108,06

102,25

87,17

 

TCO2eq/Ribu USD

1,35

1,65

1,52

1,25

 

Intensitas Emisi Cakupan 1,2 dan 3

Sumber Emisi

Unit

2024

2023

2022

2021

Cakupan-1

TCO2eq

868.039,11

869.764,34

804.429,61

680.961,83

Cakupan-2

TCO2eq

103.377,12

28.375,29

63.030,43

35.808,93

Cakupan-3

TCO2eq

134

46,28

35,85

-*)

Jumlah

TCO2eq

971.550,23

898.185,91

867.495,89

716.770,76

Jumlah Produksi

Ton

278.289

211.424

226.736

245.415

Jumlah Pendapatan

Dalam Miliar Rupiah

11.362

8.312

8.484

8.223

 

Dalam Ribu USD

716.987

544.848

570.524

574.565

Kurs

Rp/USD

15.847

15.255

14.871

14.312

Intensitas Emisi GRK/Produksi

TCO2eq/Ton produk

3,49

4,25

3,83

2.92

Intensitas Emisi GRK/Pendapatan

TCO2eq/Miliar Rupiah

85,51

108,06

102,25

87,17

 

TCO2eq/Ribu USD

1,36

1,65

1,52

1,25


Catatan:

  • Emisi Cakupan 1 terdiri dari emisi langsung dari pembakaran tak bergerak (penggunaan biodiesel B30, LPG dan Natural Gas), emisi langsung dari pembakaran bergerak (penggunaan biodiesel- dan pertalite untuk transportasi), emisi dan serapan langsung dari proses industri (Prebake CO2 emissions from electrolysis and oxidation of bake furnace volatiles, konsumsi soda ash, PFC Emissions), emisi langsung fugitive dari pancaran GRK dalam system antropogenik (Penggunaan AC dan APAR).
  • Emisi Cakupan 2 terdiri dari emisi tidak langsung dari listrik yang diimpor (Listrik dari PLTA dan PLN)
  •  Emisi Cakupan 3 dari Perjalanan Dinas BOD dan BOC.
  •   *) adalah ketidaktersediaan data.
  •   Tabel Perhitungan emisi GRK diatas telah mencakup: CO2, CH4 dan N2O.
  •   Perhitungan emisi GRK dalam laporan ini mengacu kepada referensi berikut:

    Nilai GWP100 dan lifetime di atmosfer berdasarkan AR6 WGI (IPCC), 2019 refinement to 2006 IPCC Guidelines for National GHG, GreenhouseGas Inventory Guidance, Direct Fugitive Emissions from Refrigeration, Air Conditioning, Fire Suppression and Industrial Gases (United State Environmental Protection Agency, 2014), IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories, 2006, Kep.Dirjen Minyak dan Gas Bumi no 486 K.10/DJM.S/2017, Kep.Dirjen Minyak dan Gas Bumi no 146 K.10/ DJM/2020, GWP100-AR6 SM7, EF untuk CO2 : Dirjen sistem ketenagalistrikan tahun 2019, EF Source :Ecometrica (2011).Electricity-specific emission factors for grid electricity, EPA .2013, CoM Default Emission Factors for the Member States of the European Union, Dataset Version 2017, https://www.icao.int/environmental-protection/Carbonoffset

 

Praktik-Praktik Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Lebih Tangguh terhadap Iklim

Pada tahun 2021, INALUM melakukan implementasi program unggulan di bidang penurunan beban emisi yaitu program penggunaan bahan bakar LNG sebagai pengganti LPG. Program inovasi ini didasarkan dari kajian LCA yang dilakukan oleh pihak independen yang bertujuan mengurangi dampak GWP dari emisi yang dihasilkan. Inovasi ini pertama kali diimplementasikan di Indonesia pada Sektor (Pengolahan Logam) atau Menurut Best Practice 2017-2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum pernah diimplementasikan di sektor (Pengolahan Logam).

Link - Laporan Keberlanjutan