Responsive image

News

INALUM Bersama BPPT Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk Tingkatkan Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba

13 Apr 2021

Siborong-borong (29/3) - Danau Toba, selain menjadi sumber mata pencarian bagi penduduk di sekitarnya, juga banyak menyimpan sejarah, disamping memiliki keindahan yang memikat banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal juga menjadi tulang punggung terhadap ketersediaan listrik bagi PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dalam memproduksi aluminium.

Inalum memiliki 3 bendungan dan 2 PLTA yang legendaris untuk memproduksi listrik, yiatu : Bendungan Pengatur, Bendung Siguragura dan Bendungan Tangga untuk operasional PLTA Siguragura dan PLTA Tangga. Dimana PLTA Siguragura memiliki kapasitas produksi 286 MW dan PLTA Tangga memiliki kapasitas produksi 317 MW. Agar kedua PLTA tersebut dapat tetap beroperasi dengan normal, maka Tinggi Muka Air (TMA) Danau Toba perlu dijaga pada level minimum 902.40 m.

Hingga tanggal 26 Maret 2021, TMA Danau Toba berada pada level 903.20 m. Trend turunnya TMA Danau Toba setiap tahunnya cukup memprihatinkan. Selain karena efek dari perubahan iklim yang mempengaruhi curah hujan di Kawasan Danau Toba, isu alih fungsi lahan serta kerusakan lingkungan juga diduga menjadi penyebab menurunnya level muka air Danau Toba. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan sehingga perlu langkah praktis untuk meningkatkan tinggi muka air di Danau Toba. Salah satu solusi praktis yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) merupakan upaya untuk memodifikasi pertumbuhan awan dengan memasukkan inti kondensasi ke dalam system awan sehingga hujan lebih cepat terjadi dan curah hujan yang dihasilkan menjadi lebih besar. Secara empiris dari penelitian berbagai negara, TMC dapat meningkatkan curah hujan sebesar 20-30%. Secara rata-rata historis, curah hujan bulan April di Danau Toba sebesar 203 mm. Sehingga dari pelaksanaan TMC kali ini diharapkan dapat meningkatkan 20-30% curah hujan bulan April di Danau Toba. TMC merupakan solusi jangka pendek untuk meningkatkan tinggi muka air Danau Toba. Perbaikan pada lingkungan hutan di Kawasan Toba perlu dilakukan untuk solusi jangka panjang.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) memulai operasi TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) pada hari Kamis 1 April 2021 di daerah tangkapan air Danau Toba. Kegiatan ini diinisiasi dan didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini merupakan kerjasama antara BBTMC-BPPT dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Selain itu, juga didukung oleh Kepolisian RI (Polda Sumatera Utara dan Polres Tapanuli Utara), PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Silangit, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, PJT I, PT Bajradaya Sentranusa dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pada tahap awal direncanakan 20 hari kegiatan. Pesawat yang akan digunakan yaitu pesawat jenis Piper Cheyenne II registrasi PK-TMC milik BPPT. Metode TMC akan menggunakan bahan semai Flare Cosat yang diproduksi oleh PT Pindad. Dalam kegiatan ini, telah disiapkan bahan semai Flare Cosat sebanyak 170 batang. Namun jika dalam pelaksanaannya jumlah tersebut kurang, BPPT sudah melakukan pemesanan ke PT Pindad untuk mendukung pelaksanaan kegiatan TMC di Danau Toba.

Pos Komando (Posko) didirikan di Komplek Perumahan PT Angkasa Pura II Bandara Silangit sebagai pusat aktifitas operasional pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca. Untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, akan ditempatkan personil di 2 lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Porsea dan Merek. Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di Posmet kepada Tim Pelaksana di Posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya. BPPT juga bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Silangit untuk analisa data cuaca dan radar.

Kick off TMC ini diresmikan langsung oleh Direktur Eksekutif Operasi dan Produksi PT Inalum (Persero) Reinaldy Harahap, bersama dengan Kepala BBTMC BPPT Jhon Arifian bersama undangan dari berbagai pemangku kepentingan di Hotel Esther Siborongborong. Turut hadir dalam Kick Off Opening ceremony tersebut Antony Sigalingging Kepala Departemen Operasi dan Sipil serta Kusdaryanto BP Kepala Departemen Perawatan dan Engineering PT Inalum (Persero).